![]() |
| Harry Potter dan Hedwig (Foto:Facebook/Harry Potter) |
Dunia Magis Harry Potter 'Disulap' Menjadi Pelajaran Filsafat Sebuah universitas St. Cloud, Minnesota, Amerika Serikat, sedang memadukan dunia magis dalam karangan J.K. Rowling berjudul Harry Potter menjadi ajaran filsafat.
Seorang dosen di St. Cloud State University, Carolyn Hartz dalam sebuah mata kuliahnya menerapkan pemikiran Aristoteles tentang pertemanan untuk menelaah karakter di buku J.K. Rowling tentang penyihir anak laki-laki itu, lapor St. Cloud Times .
Kelas itu membahas etika, logika, cinta, jiwa manusia dan alam saat memeriksa cerita."Ini adalah masalah mendasar manusia," kata Hartz. "Filsafat adalah, dalam pandangan saya, pemikiran kritis tentang bidang-bidang mendasar yang menjadi perhatian manusia,".
Cerita Rowling memberikan contoh konsep filosofi yang sulit dipahami, kata Miles Nelson, seorang mahasiswa universitas tahun kedua yang mengikuti kursus musim semi lalu.
Dia mengatakan kelas tersebut juga menunjukkan kedalaman karya Rowling yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang jika mereka membaca buku Harry Potter saat mereka masih anak-anak.
Nelson mengatakan, dia terinspirasi untuk mengambil mata kuliah filsafat setelah mengikuti perkuliahan Hartz. "Kelas ini benar-benar memperkuat betapa saya suka memikirkan masalah dan pertanyaan sulit dengan jawaban yang sulit," kata Nelson.
Kantor Hartz penuh dengan rujukan Harry Potter, termasuk kalung pemutar waktu, teka-teki logika dari buku pertama, dan batu merah yang menyerupai batu penyihir dari buku pertama.
"Sebagian besar siswa di kelas adalah kutu buku Harry Potter. Makanya mer untuk itu," kata Hartz. "Saya katakan kepada mereka: 'Anda bisa membawa tongkat sihir Anda, tapi Anda tidak bisa menggunakannya saat ujian'," selorohnya.
Hartz telah mempertimbangkan untuk mengajarkan filsafat melalui karya budaya pop lainnya, seperti video game atau serial HBO, "Game of Thrones".
Writer : Sattwika Duhita

