Sabtu, 23 September 2017

Lukas Enembe dan Harga Diri Orang Gunung Papua

Lukas Enembe dan anak anak papua.  Doc TK Uncen. 
Oleh : Benyamin Lagowan 

Tulisan ini tidak bermaksud memelihara atau menciptakan segregasi nasionalisme Papua. Bukan juga untuk mendikotomikan sesama orang Papua. Namun sebagai upaya saya sesudah melihat sejarah realitas peranan dan partisipasi orang Papua dari wilayah tanah besar atau pegunungan dalam pemerintahan di tingkat Provinsi Papua. Dimana delegasi rakyat Papua dari Pegunungan Tengah sampai tahun 2000 an belum ada satupun yang berani mencalonkan diri, terpilih dan menduduki jabatan sebagai gubernur Provinsi Papua. Padahal sudah hampir setengah abad lebih wilayah Papua sudah dianeksasi ke dalam negara Indonesia.

Maksud dan Tujuan

Tulisan ini hanya mempunyai dua maksud. Pertama, mencerahkan sesama anak Pegunungan Papua agar menghargai dan menjaga, melindungi serta mencintai periode kepemimpinan gubernur Lukas Enembe saat ini.  Kedua, saya bermaksud bersaksi dan menegaskan bahwa firman Tuhan yang termuat dalam Lukas 13: 30 yang mengatakan bahwa, ” dan sesungguhnya adaorang terakhir yang akan menjadi terdepan dan adaorang terdepan yang akan menjadi orangterakhir” rupanya telah tergenapi. Firman ini tergenapi dengan terpilihnya Lukas Enembe sebagai gubernur Papua pertama yang berasal dari wilayah pegunungan tengah Papua. Artinya ia, menggenapi firman Tuhan tadi. Ia menjadi pembuka jalan bagi siapapun dari wilayah Pegunungan Tengah Papua yang selama ini dikenal terbelakang, primitif dan masih hidup nomaden. 

Lukas Enembe mencetak rekor dan sejarah. Beliau mematahkan stigma dan opini negatif tentang orang pegunungan Papua di atas. Ia menjadi bukti bahwa stigma-stigma yang manusiawi itu tidak relevan dengan kehendak Tuhan Allah Yang Maha Kuasa, dan Maha Adil. Ini merupakan bukti bahwa, “bagi Tuhan tidak ada yang musthil”. Dan Tuhan bilang: “karena rancangan-Ku Bukan Rancangan-Mu”. Ingat, rancangan Tuhan, tidak sama dan tidak akan pernah sama dengan rancangan manusia. Siapapun dia, baik Presiden, Menteri, Kapolri, Panglima TNI, Kapolda, Pangdam, Kopassus, BIN, BAIS, maupun gubernur siapapun tidak akan pernah mampu melawan kehendak dan kuasa Tuhan. 

Akhirnya berkat rahmat Tuhan, rakyat Papua di Pegunungan Tengah sejak 2013 telah melihat karya Tuhan yang amat dasyat. Tuhan sudah memanggil banyak, tetapi dari yang banyak itu ia memilih dan hanya menetapkan satu orang yakni, Lukas Enembe didampingi Klemen Tinal saudaranya sebagai orang nomor satu dan nomor dua di tanah Papua. Mereka diutus untuk menjadi wakilnya di dunia untuk memimpin dan melayani rakyat Papua. Mereka dipercaya Rakyat dan Tuhan menjadi harapan dan pembaharu hidup rakyat Papua dari ketidakpastian dan penderitaan akibat kekerasan militer yang selama ini bermuara pelanggaran HAM, trauma dan tekanan psikologi yang kronik.

50 Tahun Penantian 

Sejak Papua dianeksasi ke dalam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1969 hingga 2013 lalu, orang Pegunungan Papua tidak pernah menjadi Gubernur di Provinsi Papua. Entah karena SDM, masalah Geografis, kutukan atau karena politik ideologi, orang Papua gunung selama setengah abad bersama Indonesia belum ada yang menjadi Gubernur. Sebaliknya, Pemerintahan di tingkat Provinsi selama itu dipimpin oleh orang Papua pesisir. 

Mulai tahun 1982 Papua sudah di pimpin oleh Izack Hindom hingga gubernur Barnabas Suebu 2013 lalu. Dimana sebelum Izack Hindom di dahului oleh Elias J. Bonai pada 1963-1964  dan sejak 1964-1974 dipimpin oleh Frans Kaisepo. Setelah itu jabatan Gubernur dipegang oleh Acub Zainal (1973-1975), Sutran (1975-1981), sesudah itu diisi lagi oleh Busiri Suryowinoto ( 1981-1982). Kemudian pada 1982 kembali di pimpin oleh orang Papua pesisir hingga tahun 2013, dimana Barnabas Suebu lengser setelah Lukas Enembe menang atas hasil akhir perhitungan Suara di lapangan dan dengan putusan Makamah Agung. Selama 50 tahun sejak 1963 hingga tahun 2013 lalu, barulah Lukas Enembe menjadi Gubernur pertama dalam sejarah hidup orang Papua gunung. Walaupun sebelumnya pernah tercatat Alex Hesegem pernah menjadi wakil gubernur ketika Barnabas Suebu menjadi Gubernur pada 2006-2013 silam. 

Bukan suatu hal yang mudah bagi orang gunung untuk menjadi gubernur di tanah ini. Kita sebagai orang Papua terlebih khususnya orang pegunungan telah melihat janji Tuhan itu tergenapi. Sudah wajarlah jika orang Papua merasa gembira karena orang Papua dari dua wilayah di Papua dapat mengecapi jabatan gubernur dan wakilnya di Provinsi ini.

Posisi dan Sikap Rakyat Papua

Sikap rakyat papua saat ini dapat dilihat dari dua versi orang Papua secara geografis 

1. Sikap Orang Papua Pesisir 

Sejak terpilihnya LE sebagai gubernur Papua pada 2013 silam, sebagian rakyat Papua pesisir telah melihatnya secara positif. Mereka menerima kekalahan kandidat terbaiknya sebagai hasil konsensus demokrasi. Walaupun banyak yang tentu mendukung LE. Mereka juga mungkin melihat sosok LE sebagai representasi OAP gunung yang perlu didukung agar saudaranya OAP gunung dapat mengecap rasanya jabatan gubernur. Ini sikap yang patut diapresiasi. Mereka tampak  siap mendukung LE dalam menjalankan pemerintahan di tanah Papua. 

Adapula kelompok yang masih sinis melihat capaian LE menuju 01 Papua hanya sebagai sebuah capaian karena ‘ini dan itu’. Maksudnya mereka melihat LE menjadi gubernur karena alasan politik Papua merdeka dll. Terutama wilayah Puncak Jaya yang merupakan wilayah basis OPM di Papua yang hingga kini masih eksis. Adapula yang masih menilai LE menang menjadi Gubernur karena berhasil mengelola isu ‘M’ tadi menjadi komoditi politik. 

Walaupun demikian, banyak rakyat pesisir beriman yang menerima capaian LE menuju Papua 1 dengan mata iman. Mereka tampak mendukung segala kebijakan dan program LE dan KT selama ini. Mereka telah nampak membackup LE dalam kepemimpinanya. Sikap ini amat layak dan mulia.

2. Sikap Orang Papua Pegunungan 

Sebagai basis dukungan terbesar yang menjadi basis suara LE, tentu sikap OAP gunung pasti suportif dan menjadi garda terdepan dalam pemerintahan LE sekarang. Mereka menjadi pelaku utama dalam meregulasi, mengambil kebijakan, mengawal dan melaksanakan program dan berbagai kebijakannya.

OAP gunung hari ini telah mulai pro aktif dalam mengisi dan menjalankan pemerintahan. Bahkan sejumlah kekosongan jabatan dan restrukturisasi jabatan di pucuk pimpinan OPD mulai terlihat wajah OAP gunung. Mungkin ini sebagai upaya memberikan chance kepada OAP gunung untuk merasakan berbagai jabatan di Provinsi. 

Oleh sebab itu, mereka OAP gunung saat ini tampak menjadi komponen rakyat Papua yang siap pasang badan dalam melindungi LE ketika ada ancaman. Terbukti dari beberapa aksi belakangan ini ketika LE disandung dugaan kasus korupsi. Sontak Rakyat Papua gunung paling banyak dan dominan mengambil bagian dalam aksi demo damai menolak kriminalisasi LE. Aksi penolakan yang dilakukan dengan beberapa alasan. Pembunuhan karakter pemimpin Papua, kriminalisasi dan politisasi pendidikan merupakan beberapa alasan yang diaspirasikan.


Demo Rakyat di Kantor Gubernur Papua Menolak Dugaan Kriminalisasi LE/doc TK Uncen

LE Wujudnyata Harga Diri OAP Gunung 

Selain ketiga alasan itu, sesungguhnya jauh di lubuk hati OAP gunung secara manusiawi terdapat emosi, amarah dan pertanyaan tentang; “Begitukah bodohnya Kita (OAP gunung) sehingga baru setelah setengah abad Kita bisa jadi Gubernur Papua ? Apakah kita manusia paling bodoh sejagat raya selama ini ?” Kehadiran LE di panggung politik Papua menjadi terobosan luar biasa pada tahun 2006 silam. LE berhasil mencapai kemenangan, walaupum harus finish di urutan 2 perolehan suara terbanyak.

LE muda tampak mulai bangkit, dengan berani mencoba menggenapi firman Tuhan di atas dengan mencalonkan diri sebagai calon gubernur Papua kala itu. Ia berani mencalonkan diri melawan senior-seniornya yang memiliki segudang pengalaman, jaringan dan pengetahuan dalam perpolitikan. Namun, Ia tidak gentar dan ragu. Ia maju dengan tekad ingin menang. Oleh karena itu, menurut saya barang kali LE merupakan pilihan Tuhan, mendapatkan  roh dan bisikan dari Tuhan untuk menjadi penggenapan atas firman-Nya. Jadi, LE pilihan Tuhan. Itu tidak mustahil. Itu fakta. Karena setelah ia dikalahkan pada kesempatan pertama, ia akhirnya menang di kesempatan kedua, yakni pada empat tahun lalu.

Enembe dan Ujian Sih Iblis 

Kemenangan LE menjadi gubernur Papua yang bersejarah harus dibayar dengan kerja nyata bagi rakyatnya. Sebab jika tidak Tuhan akan murka dan disitulah si iblis akan memberikan cobaan dan godaanya. LE sebagai gubernur yang bersejarah harus mampu membuktikan dirinya dan kemampuannya melalui karya nyata. Karya yang benar-benar sesuai kebutuhan realrakyat Asli Papua. Juga Rakyat yang heterogen. LE dan KT harus mampu memegang dan melaksanakan kepercayaan yang sudah diberikan oleh Tuhan. Kepercayaan untuk bekerja dan melayani rakyat dengan tulus, ikhlas dan penuh dedikasi dengan menjadi pemimpin berwatak hamba dan pelayan bukan berwatak bos dan tuan. Apalagi bertangan besi. Sebab jika tidak, saya sangat yakin Tuhan bisa saja menarik kepercayannya dan mempercayakan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lebih loyal dan lebih taat.

Kemenangan LE sebetulnya dapat di pahami sebagai kemenangan anak koteka, anak Papua gunung. Ia menjadi harapan dan pemecah stigma negatif orang gunung. Ia membuktikan bahwa Koteka walaupun yang sering dianggap kuno dan tradisional, tidak dengan kemampuan dan intelektual manusianya. Manusia koteka yang selama ini dipandang primitif ternyata salah. Mereka lebih hebat. Sejelek-jeleknya anda melihat koteka dan menilainya. Tetapi manusia dan akal budinya tidak demikianlah seprimitif dan terbelakang. Anda salah. Pikiran anda yang primitif, sebab mereka OAP gunung memahami koteka sebagai frame identity bukan frame Knowlegde atau Skills. Mereka juga sudah siap dan maju untuk memimpin dirinya sendiri dan memimpin suku bangsa yang lain atas tanah ini. Tanah Papua Kita. (marselino kudiai/TK Uncen). 


Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Censderawasih dan mantan Kordinator GMKP-OAP dan Demosioner ketua BEM F. Kedokteran Uncen periode 2015_2016.  
Share:
Lokasi: Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Indonesia

Popular Posts

Mengenai Saya

Popular Posts