| Mahasiswa saat meneliti potensi Gheotermal di mosso (Foto, Riko) |
Kasuari Bergerak, Uncen----Mahasiswa tambang uncen yang berjumlah 11 orang, melakukan Turlap guna melihat sumber mata air panas di Kampung Mosso, Kota Jayapura bekerja sama dengan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Rider 501/Bajra Yudha (Sabtu,26/05/2018). Di Kapung Mosso, Jayapura Papua.
Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Komandan Pos (DanPos) Mosso Yonif Para Rider 501/BY Letnan Dua Infanteri Birawa. Dalam kesempatan ini, DanPos menyambut baik kegiatan tersebut dan mendukungnya dengan mengerahkan 4 personel TNI dari Satgas 501/BY untuk mengawal selama perjalanan berlangsung.
| Saat kelompok Turlap dan Danpos menuju pusat penelitian Gheotermal |
Tujuan dari kegiatan ini adalah dimana mahasiswa tambang uncen ingin mengetahui potensi energi panas bumi (Gheotermal) dan nantinya akan dirumuskan dan dikembangkan pemanfaatannya.
Dalam kesempatan tersebut ketua kelompok rombongan 3 Turlap, Aldo Rumbiak menyampaikan, kegiatan ini juga dilakukan untuk menjadi bahan penelitian dalam menyelesaikan salah satu mata kuliah yang sedang kami jalani, dan nantinya kami akan menyimpulkan pemanfaatan dari sumber mata air tersebut dalam sebuah laporan penelitian
"kegitan Turlap yang kami jalankan ini juga dilakukan untuk menjadi bahan penelitian dalam menyelesaikan salah satu mata kuliah ekonomi Mineral yang sedang kami jalani". Ujar Aldo Rumbiak.
nantinya, lanjut aldo, kami akan menyimpulkan pemanfaatan dari sumber air tersebut dalam bentuk sebuah laporan penelitian. ujarnya ketua kelompok itu saat diwawancara oleh media ini.
Selain itu, Salah satu anggota kelompok mengharapkan agar kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik agar pengelolaan dan pembukaan akses jalan yang lebih baik ke mata air panas bisa dikerjakan oleh pemerintah daerah terkait, sehingga potensi air panas ini bisa membawa manfaat bagi pembangunan di Kampung Mosso dan sekitarnya.
Perjalanan menuju mata air panas dimulai dari POS Satgas Mosso ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 20 menit dengan menjelajah hutan belantara.
Pewarta: Marchelino Kudiai

0 komentar:
Posting Komentar