Di antara keremunan kabut dan tetesan embun malam
Gelombang rindu menghampiri telaga hati yang mulai rapuh
Dalam diam terselip sejuta pertanyaan
Apa aku pantas mendapatkan gelar
sarjana kedua kalinya ?
Secangkir kopi yang mulai habis tak kunjung memberi solusi
Aaaahh.... persetan dengan cita-cita dan pendidikan ini
Kenapa pula aku selalu memuja masa depan ?
Nyatanya aku hanya punya mimpi, dan larut dalam ilusi ekspektasi
Tetes keringat berjatuhan Membasahi wajah, menyesali kebodohan
Kebodohan ini adalah tragedi yang tak disengaja,
Ah. Sudahlah....
Aku masih punya banyak waktu untuk bertahan hidup dari derita dunia
Lembaran dan ayat Suci Tuhan adalah firman Penyejuk Hati Pemberi inspirasi. (Marchel K)


0 komentar:
Posting Komentar